Bareskrim Bongkar 644 Kasus Judi Online, 744 Orang Ditangkap-Aset Rp286 Miliar Disita

Bareskrim Bongkar 644 Kasus Judi Online, 744 Orang Ditangkap-Aset Rp286 Miliar Disita

Bareskrim Polri ungkap kasus judi online sepanjang 2025

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil membongkar 644 kasus judi online sepanjang 2025. Dari ratusan pengungkapan kasus tersebut, 744 orang ikut terciduk.

Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Polri Irjen Nunung Syaifudin menjelaskan, pengungkapan kasus itu merupakan capaian Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri dalam upaya membongkar praktik perjudian online.

“Ada 664 kasus yang kita tangani dengan jumlah tersangka 744 tersangka,” kata Nunung saat jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2025).

Nunung menjelaskan, dari pengungkapan kasus ini polisi berhasil menyita aset dan uang dengan total mencapai Rp286 miliar. Penumpasan praktik judi online ini, tambah dia, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Sementara uang yang berhasil kita sita dan aset-aset yang kita amankan senilai Rp286.256.178.904,” ujarnya.

Nunung juga menyebut Dittipidsiber Bareskrim Polri telah mengajukan sebanyak 231.517 situs judi online untuk diblokir. Seluruh situs tersebut telah diminta untuk diblokir ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Kita juga melaksanakan kegiatan preventif pencegahan judi online selama 2025 sebanyak 1.764 kegiatan,” pungkas Nunung.

Nama Cucu Pendiri NU Gus Salam Mencuat sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Nama Cucu Pendiri NU Gus Salam Mencuat sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam/dok PBNU

 Nama Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam mencuat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menggantikan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Gus Salam merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri.

Hal itu diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy Syar’ie(MIS) Sarang, Rembang,  Kiai Imam Baehaqi, Senin (5/1/2026).

“Hingga saat ini, kemelut yang membelit PBNU belum tampak ujung jalan keluar. Gus Yahya, Ketua Umum yang diberhentikan Syuriyah PBNU dan Rais Aam, KH Miftachul Akhyar,” ujar Kiai Imam Baehaqi.

‘’Namun, sampai saat ini belum ada kemajuan signifikan, makanya kita butuh figure baru untuk memimpin PBNU, yakni Gus Salam,” lanjutnya.

Menurut Kiai Imam, konsisten terhadap komitmen moral tersebut menjadi parameter untuk menilai orientasi khidmat keduanya. Namun, kedua pihak bersama kelompoknya belum terlihat maju untuk menjalankan solusi bersama.

“Yang dirugikan adalah NU secara jam’iyyah dan Nahdliyyin sebagai warga anggota beserta kekuatan penopang NU, yakni entitas pondok pesantren,” kata dia.

Dikatakannya, semua unsur didalam NU bersepakat bahwa Muktamar, baik percepatan waktunya maupun bersifat luar biasa merupakan mekanisme legitimate untuk mengakhiri kemelut PBNU.

‘’Muktamar menjadi forum untuk menimbang masalah, tingkat pelanggaran, sanksi para pelanggar dan solusi atas dampak masalah dari kemelut PBNU. Dengan begitu, solusi kemelut PBNU demikian terang benderang untuk jalani,’’ ujarnya

Lebih lanjut dia mengatakan, melalui Muktamar selanjutnya harus terpilih nakhoda baru PBNU agar kapal induk jam’iyyah NU bisa mengarungi samudera pengkhidmatan memasuki abad keduanya.

Arus Balik Nataru, Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan Naik 40 Persen

Arus Balik Nataru, Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan Naik 40 Persen

Arus Balik Nataru, Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan Naik 40 Persen (Ari Sandita)

Kawasan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu (3/1/2026) ini ramai penumpang yang datang maupun hendak berangkat. Setidaknya, sudah ada kenaikan 40 persen penumpang yang tiba saat arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.

“Jadi untuk arus balik, kita mengumpulkan data dari pukul 00.00 dini hari malam sampai jam 10 tadi pagi, kita menerima kedatangan bus sekitar 31 kendaraan dengan jumlah penumpang sekitar 210 orang,” ujar Komandan Regu Terminal Kampung Rambutan, Asroza Yanuar pada wartawan, Sabtu (3/1/2025).

Menurutnya, jumlah tersebut meningkat 40 persen dibandingkan hari biasa, meski belum begitu signifikan. Tak hanya jumlah penumpang kedatangan yang ramai, jumlah penumpang yang hendak berangkat dari Terminal Kampung Rambutan juga masih cukup ramai.

Itu karena, kata dia, banyak masyarakat yang berlibur di Jakarta selama momen Nataru berniat kembali ke kampung halamannya masing-masing. Namun, jumlahnya tidak begitu signifikan dibandingkan saat menjelang libur Nataru kemarin.

“Itu adanya keramaian penumpang, khususnya penumpang yang arus balik juga yang dari daerah ke kota, itu khususnya Sumatera, Padang, Palembang, dan Lampung. Jadi mereka habis liburan di Jakarta selama liburan Nataru dan hari ini mereka kembali ke daerah,” tuturnya.

Prabowo Restui Swasta Manfaatkan Lumpur Banjir Aceh

Prabowo Restui Swasta Manfaatkan Lumpur Banjir Aceh

Presiden Prabowo Subianto

 Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan endapan lumpur akibat banjir bandang di Aceh menarik minat sejumlah pihak swasta untuk dimanfaatkan. Ia pun mempersilakan jika ada swasta yang berminat, dan hasilnya bisa untuk pemasukan daerah.

“Gubernur melaporkan ke saya ada pihak-pihak swasta yang tertarik. Dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana, jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya. Silakan, ini saya kira bagus sekali ya. Jadi tolong ini didalami dan kita laksanakan ya,” kata Prabowo dalam rapat koordinasi saat meninjau pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Rapat kerja dipimpin langsung Presiden Prabowo dan dihadiri jajaran kabinet, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Menteri Investasi/Kepala Danantara Rosan Roeslani.

Dalam forum tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan usulan dari Kementerian Pertahanan dan TNI untuk segera melakukan pembersihan lumpur yang menyebabkan pendangkalan sejumlah sungai besar di Aceh.

Menurut Sjafrie, setelah sungai dibersihkan dan didalami, kapal pengangkut bantuan serta alat berat dapat langsung menjangkau lokasi pekerjaan tanpa harus dipindahkan ke jalur darat terlebih dahulu.

Kecelakaan Laut Jadi Sorotan, DPR Desak Moratorium Kapal Wisata

Kecelakaan Laut Jadi Sorotan, DPR Desak Moratorium Kapal Wisata

DPR RI menyoroti kecelakaan laut yang terjadi di perairan Indonesia Timur dalam beberapa hari terakhir

 DPR RI menyoroti kecelakaan laut yang terjadi di perairan Indonesia Timur dalam beberapa hari terakhir, mulai dari tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Komodo, serta karamnya Kapal Sharandy of The Seas di perairan selatan Denpasar.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengkritik lemahnya pengawasan lapangan. Dia menegaskan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah jauh-jauh hari mengeluarkan peringatan terkait ancaman Bibit Siklon 96S di Samudra Hindia yang memicu gelombang tinggi dan angin kencang.

“Tragedi ini seharusnya tidak terjadi jika Kementerian Perhubungan dan seluruh stakeholder terkait tidak menganggap remeh warning dari BMKG. Peringatan tentang Bibit Siklon 96S sudah digencarkan sejak beberapa minggu terakhir. Ini adalah kelalaian kolektif dalam merespons deteksi dini bencana,” kata Huda, Rabu (31/12/2025).

Huda menyoroti operasional KM Putri Sakinah yang tetap berangkat pada malam hari menuju Pulau Padar di tengah kondisi gelombang laut yang mencapai lebih dari dua meter. Ia mendesak Kemenhub untuk melakukan investigasi menyeluruh mengenai prosedur penerbitan izin berlayar (clearance) dalam situasi cuaca ekstrem.

“Kemenhub harus melakukan investigasi khusus. Mengapa kapal bisa lepas sandar di tengah risiko cuaca seperti itu? Kita bicara soal wilayah Bali, NTB, dan NTT yang merupakan wajah pariwisata Indonesia di mata internasional. Hilangnya nyawa wisatawan mancanegara adalah pukulan telak bagi reputasi keamanan wisata kita,” ujarnya.

Kas138 Daftar

9 Pesawat Dikerahkan Modifikasi Cuaca di Aceh, Sumut dan Sumbar

9 Pesawat Dikerahkan Modifikasi Cuaca di Aceh, Sumut dan Sumbar

BNPB sampaikan sejumlah pesawat dikerahkan untuk modifikasi cuaca di Aceh, Sumut dan Sumbar (Foto: Tangkapan layar)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sebanyak sembilan pesawat dikerahkan untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana.

Sebanyak empat pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca di Provinsi Aceh. Hingga 28 Desember 2025, operasi tersebut telah melaksanakan 267 sortie dengan total bahan semai yang digunakan mencapai 251.200 kilogram.

Sementara itu, di Sumatera Utara, BNPB mengoperasikan dua pesawat. Hingga hari ini, telah dilakukan 175 sortie dengan penggunaan bahan semai sebanyak 146.000 kilogram.

Adapun di Sumatera Barat, sebanyak tiga pesawat dikerahkan untuk mendukung operasi serupa. Hingga saat ini, tercatat telah terlaksana 248 sortie dengan total bahan semai mencapai 249.125 kilogram.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan operasi modifikasi cuaca dilakukan secara menyeluruh di wilayah terdampak.

Polisi Ungkap Cara Pelaku Teror Bom Peroleh E-mail 10 Sekolah di Depok

Polisi Ungkap Cara Pelaku Teror Bom Peroleh E-mail 10 Sekolah di Depok

Polisi Ungkap Cara Pelaku Teror Bom Peroleh E-mail

 Satuan Reskrim Polres Metro Depok menangkap HRR, pelaku pengirim e-mail teror bom ke 10 sekolah di Kota Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Polisi mengungkap cara HRR mendapatkan daftar alamat e-mail sekolah yang menjadi sasaran teror.

“Ya, itu dipilih secara acak melalui Google, GPT, semacam AI dan ChatGPT. Dia mencari alamat tersebut dan mengirimkannya secara random,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, kepada wartawan, Jumat (26/12/2025).

Ia menegaskan, bahwa pelaku terbukti sebagai pengirim e-mail teror bom tersebut.

“Jadi dapat kami sampaikan, faktanya kami bisa memastikan bahwa yang bersangkutan, atau tersangka H, memang yang mengirimkan e-mail tersebut,” ujarnya.

Kompol Made Oka menjelaskan, pelaku melakukan aksinya lantaran kecewa setelah lamarannya ditolak oleh mantan kekasihnya yang berinisial K.

“Motif tersangka melakukan penteroran atau tindak pidana ini karena merasa kecewa. Yang bersangkutan, Saudara H dan Saudari Kamila, sempat berpacaran pada tahun 2022. Kemudian keluarga besar Saudara H sempat melamar, namun ditolak,” ungkapnya.

Tersangka Lakalantas Maut Tol Krapyak, Sopir Bus Menangis dan Minta Maaf

Tersangka Lakalantas Maut Tol Krapyak, Sopir Bus Menangis dan Minta Maaf

Kecelakaan Lalu lintas (foto: freepik)

 Sopir Bus PO Cahaya Trans, Gilang (22), yang ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan maut di Simpang Susun Tol Krapyak, Semarang, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh keluarga korban. Kecelakaan tersebut menewaskan 16 penumpang.

Gilang menyampaikan penyesalannya setelah resmi ditahan di Polrestabes Semarang usai menjalani rangkaian pemeriksaan penyidik Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang.

“Saya meminta maaf kepada seluruh keluarga korban,” kata Gilang dengan mengenakan rompi tahanan merah.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Syahduddi mengatakan, penyidik telah menetapkan Gilang sebagai tersangka setelah menggelar perkara dan menemukan bukti permulaan yang cukup.

“Tadi sore penyidik sudah melakukan gelar perkara untuk menetapkan sopir Bus Cahaya Trans sebagai tersangka,” kata Syahduddi di Pos Pelayanan Terpadu Nataru Simpanglima, Kota Semarang, Selasa (23/12/2025) malam.

Gilang dijerat Pasal 310 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal tersebut mengatur kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas hingga berujung kematian, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Mobil Senggol Motor di Ciledug Gara-Gara Pengendara Cekcok, 1 Tewas

Mobil Senggol Motor di Ciledug Gara-Gara Pengendara Cekcok, 1 Tewas

Mobil Senggol Motor di Ciledug Gara-Gara Pengendara Cekcok, 1 Tewas (Ist)

Kecelakaan melibatkan mobil boks dan sepeda motor terjadi di Jalan Ciledug Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (21/12/2025). Akibatnya, satu orang berinisial MR (26) meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

1. Mobil Senggol Motor

Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam menjelaskan, kejadian bermula saat mobil boks Daihatsu Gran Max yang dikemudikan MEP melaju dari arah timur ke barat di Jalan Ciledug Raya wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

“Sesampainya di depan pertigaan Jalan Kemajuan, (mobil boks-red) menyerempet kendaraan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai saudara DP dan berboncengan dengan MR yang melaju di depan kirinya kendaraan mobil barang Daihatsu Grand Max di jalan yang sama dan arah yang sama,” kata dia kepada wartawan, Minggu.

Akibatnya, penumpang atas nama MR pun meninggal dunia. Sementara satu orang lainnya terluka.

2. Pengendara Cekcok

Sebelum kecelakaan, kata Seala, kedua pengendara diduga terlibat cekcok dengan sopir mobil boks saat kedua kendaraan melaju beriringan di jalan tersebut.

Ladangtoto daftar

Bupati Bekasi Ade Kuswara Terjaring OTT KPK, Begini Respons PDIP

Bupati Bekasi Ade Kuswara Terjaring OTT KPK, Begini Respons PDIP

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan, Tri Rismaharini, menyoroti tertangkapnya Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (18/12/2025) malam.

Risma mempertanyakan apa yang sebenarnya dicari Ade dalam mengemban amanah sebagai Bupati Bekasi. Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui usia hidup manusia.

“Ya, saya pikir, saya pernah jadi wali kota. Apa yang kita cari dalam hidup ini? Kita tidak tahu besok mati, nanti sore mati, atau lusa mati. Apa yang sebenarnya mau kita cari?” ucap Risma saat ditemui di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Risma juga mempertanyakan kepada seluruh kader, apa yang hendak dicari ketika menduduki jabatan sebagai pejabat publik. Ia mengingatkan bahwa kehidupan masyarakat bergantung pada kepala daerah yang mereka pilih.

“Saat seseorang memilih kita, artinya mereka menggantungkan kehidupannya kepada kita. Mereka yang punya anak berharap anaknya bisa sekolah setinggi mungkin. Mereka yang belum bekerja berharap mendapat pekerjaan setelah memilih kita. Artinya, sebagian hidup mereka digantungkan kepada kita. Itu adalah kepercayaan,” ujar Risma.